Rabu, 09 Mei 2012

CONTOH PIDATO (TEMA: ETIKA DAN MORAL)


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ibu Murtinem sebagai pahlawan pendidikan yang saya hormati, dan teman-teman yang semoga semangat juangnya tak pernah padam.
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang telah memberikan beribu nikmat dan karunia sehingga pada siang hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk hadir dan berkumpul kembali di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat tanpa ada kurang suatu apapun.
Pada kesempatan siang hari ini, perkenankanlah saya untuk menyampaikan pidato yang bertemakan etika dan moral dengan judul ‘Merajut Sikap Sukses’.
Banyak orang yang saya temui tidak mengerti tentang makna dari kesuksesan secara benar sehingga kerap kali kesuksesan dianggap sebagai nasib atau orang sukses dilahirkan dari orang kaya atau orang pintar. Mereka lupa bahwa kesuksesan itu bukan datang dari luar melainkan dari dirinya sendiri. Kesuksesan tergantung dari bagaimana kita memandang sesuatu. Kesuksesan bukanlah nasib dan juga tidak menuntut harus dilahirkan dari orang-orang kaya.
Seperti halnya, ketika kita akan menghadapi UNAS dan SNMPTN beberapa bulan lagi. Hasil kelulusan tidak memperdulikan apakah saat ini kita selalu ranking 1 atau tidak, melainkan perubahan sikap positif untuk mencapai cita-cita kita dalam meraih kesuksesan ujian. Sikap-sikap positif tersebut antara lain adalah berpikiran positif, berkeyakinan positif, berkemauan positif, dan lain sebagainya.
Berpikir positif adalah suatu kegiatan mental yang menghasilkan pikiran-pikiran yang mendukung tercapainya suatu tujuan. Berpikir positif bisa kita lakukan dengan menggunakan gagasan-gagasan yang positif, seperti ‘saya bisa, ‘saya sehat’, ‘saya bahagia’, dan sebagainya.
Berkeyakinan positif juga diperlukan dalam mencapai kesuksesan. Dengan keyakinan besar kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Seperti halnya para magician yang pernah mengatakan bahwa kunci dari yang mereka lakukan adalah keyakinan. Atas dasar keyakinan yang kuat, maka kejaiban pun terjadi. Sama seperti kita, keyakinan yang kuat akan memberikan energi yang positif untuk mendukung usaha kita. Apalagi jika kita berani bermimpi. Mimpi-mimpi besar akan memberikan energi yang luar biasa bagi kita untuk meraihnya, meski banyak kesulitan yang harus kita hadapi. Yakinkan kita bisa. Seperti yang dikatakan dalam Qur’an Surah Al-Insyirah ayat 8 yang artinya, “Sesudah ada kesulitan pasti ada kemudahan.” Allah akan membukakan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dan tentunya ikhlas dalam melakukan kebaikan.
Kemudian kemauan. Banyak hal yang menarik tentang kemauan. Pepatah mengatakan, there is a will there is a way (ada kemauan, ada jalan). Artinya, jika kita mempunyai kemauan yang besar, pasti akan ada jalan untuk meraihnya.  Ada dua cara untuk melatih untuk mendapatkan kemauan, yaitu menguasai diri dan menghukum diri. Menguasai diri bisa kita lakukan dengan melatih diri untuk disiplin dalam melakukan sesuatu yang positif. Sedangkan menghukum diri bisa dilakukan sebagai cambuk agar kita tetap berada pada jalan yang benar dan positif dalam mencapai keinginan kita. Orang Jepang misalnya, mereka bahkan berani mundur dari jabatan mereka apabila tidak berhasil dalam menjalankan tugas atau kepercayaan. Maka dari itu janganlah cepat menghukum orang lain dan cepat memaafkan diri sendiri. Tetapi cepatlah menghukum diri dan segera memaafkan orang lain.
Setiap perjuangan pasti akan bertemu dengan kesulitan. Tetaplah bertahan dan berusahalah. Jangan menunda dan jangan menyerah. Jadilah pemenang atas perjuangan kita. Kita bisa sukses meskipun saat ini kita belum jadi apa-apa. Bukan bakat, kelahiran, latar belakang ataupun harta benda yang menentukan harga diri kita. Melainkan diri kita sendiri yang menentukan. Yakinkan hati, bulatkan tekat untuk meraih cita-cita. Lakukan dengan sepenuh hati, semangat, senyum, dan ikhlas. Jangan lupa selalu memohon kepada Allah agar segala sesuatu senantiasa diberi kemudahan dan mendapat ridha dari-Nya. Selamat berjuang teman-teman. Semoga kelak kita dipertemukan kembali kala kita telah menjadi orang-orang yang sukses. Semangat!
Sekian, wassalamu’alaikum wr. wb. 




By: Fadhilah Nur Amini


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar