Kamis, 03 Mei 2012

JENIS-JENIS BATUAN (GEOGRAFI)

-->
Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain.
Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 jenis golongan. Mereka adalah : batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya.
Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite 
lilgabbro8.jpglilgranite3.jpgbasalt2.jpglildacite5.jpg
Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt). Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya adalah batugamping terumbu.
lilconglomerate2.jpglilhalite5.jpglilredsandstone7.jpg
Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi.
lilslate3.jpglilwhitemarble2.jpg
Proses-proses tersebut berlangsung sepanjang waktu baik di masa lampau maupun masa yang akan datang. Kejadian alam dan proses geologi yang berlangsung sekarang inilah yang memberikan gambaran apa yang telah terjadi di masa lampau seperti diungkapkan oleh ahli geologi “JAMES HUTTON” dengan teorinya “THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST”


BATUAN DAN TANAH
Bagian terluar dari bola bumi diseut litosfer atau kerak bumi, merupakan bagian bumi yang berbentuk padat dengan massa jenis 3,3 – 4,3 g cm-3, tebalnya antara 15-40 km.
Di bawah litosfer terdapat lapisan kedua disebut mantel atau selubung atau astenosfer. Bagian ini terbentuk cairan yang sangat kental seperti pasta dengan massa jenis antara 4,5 – 5,5 g.cm-3. Ketebalannya sampai kedalaman 2.700 km dari permukaan kerak bumi.
Antara lapisan-lapisan tersebut terdapat daerah peralihan yang bersifat diskontinu. Daerah peralihan antara litosfer dan astenosfer disebut Mohorovisic Discontinuity atau lebih dikenal dengan nama bidang MOHO.
Pada bidang MOHO inilah litosfer seolah-olah “terapung” di atas astenosfer. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa listosfer bukanlah berupa lapisan yang rapat yang menutup permukaan bumi, melainkan merupakan lempengan benua yang terus menerus bergerak mendatar di atas astenosfer. Gerakan ini menyebabkan lempengan-lempengan benua tersebut saling menjauhi ataupun saling mendekati satu dengan yang lain.
BATUAN
A. Asal Batuan
Litosfer atau kerak bumi tersusun oleh Kerak Benua yang muncul di atas permukaanlaut dan Kerak Samudera yang merupakan dasar laut. Kerak Benua berbeda dengan Kerak Samudera dalam berbagai hal, yang antara lain perbedaannya adalah sebagai berikut.
a. Kerak Benua
Mempunyai ketebalan kurang lebih 35 km dengan massa jenis rata-rata 2,8 g.cm3. Batuan penyusunnya sebagian besar berupa jenis batuan granit yang banyak mengandung mineral Silikon dan Alumunium, karena itu disebut lapisan SIAL (Silikon – Aluminium).
b. Kerak Samudera
Mempunyai ketebalan kurang lebih 8 km dan massa jenis rata-rata 2,9 g.cm-3. Bagian litosfer ini tersusun dari batuan yang banyak mengandung mineral Slikon dan Magnesium, karena itu disebut lapisan SIMA (Slikon- Magnesium). Jenis batuan penyusun Kerak Samudera ini sebagian besar adalah Basalt.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa batuan adalah penyusun kerak bumi yang merupakan kumpulan mineral dalam bentuk padat.
Mineral merupakan zat organik yang terdapat dalam alam, umumnya mempunyai struktur dan komposisi tertentu.
Dalam proses pembentukan batuan, mineral dapat mengalami tiga macam peristiwa, yaitu pembekuan, pengendapan dan metamorfosis. Apabila mineral mengalami pembekuan, maka terjadilah jenis batuan beku. Mineral yang mengalami pengendapan menghasilkan jenis batuan sedimen, sedangkan yang mengalami metamorfosis menghasilkan jenis batuan metomorfik. Dengan demikian batuan yang terbentuk umumnya terdiri atas bermacam-macam mineral dengan berbagai komposisi.
Mineral padat berasal dari campuran yang berbentuk cair yang disebut magma, bersifat pijar dan terdapat pada lapisan di bawah litosfer. Apabila magma sampai di permukaan bumi pada waktu gunung meletus, maka magma tersebut membeku dan disebut larva.
Ada tiga macam mineral, meliputi :
Mineral utama
Mineral utama atau primer mempunyai struktur dan komposisi tertentu, misalnya pada mineral silikat dapat mempunyai susunan kelompok tetrahedron yang berbeda dalam struktur dasarnya. Perbedaan ini ditunjukkan pada kwarsa yang berstruktur jaringan tiga dimensi, mika yang berstruktus pipih dan amfibol yang membentuk struktur rental dalam susunan tetrahedron asalnya. Perbedaan susunan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah ini.


Mineral sekunder
Mineral sekunder merupakan mineral yang terbentuk dari mineral primer melalui proses pelapukan, misalnya klorit terbentuk dari biotit. Mineral ini biasanya terdapat pada buatan batuan yang telah lapuk atau mungkin pula ada pada batuan metamorfik.
Mineral aksesor
Mineral aksesor merupakan mineral yang terdapat dalam jumlah kecil, tetapi diperoleh pada hampir semua batuan, misalnya magnetit dan zirkon.
B. Jenis-jenis Batuan
Batuan dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya dan berdasarkan proses terbentuknya.
Berdasarkan sifatnya batuan terdiri atas :
Batuan asam
Bila dilarutkan dalam air dan diujidan PH-meter atau lakm akan menunjukkan PH kurang dari 7. Batuan ini banyak mengandung silikat dan ion aluminium. Biasanya batuan jenis ini banyak terdapat di daerah yang dingin dan lembab.
Batuan basa
Bila dilarutkan dalam air dan diuji dengan PH-meter atau lakm akan menunjukkan PH lebih besar dari 7. Batuan ini banyak mengandung kapur dan ion-ion kalsium, juga banyak mengandung ion-ion magnesium, kalium dan natrium. Umumnya batuan basa banyak ditemukan di daerah panas misalnya daerah gurun.
Berdasarkan proses terbentuknya, batuan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. Batuan beku
Batuan beku berasal dari magma yang mengalami pembekuan. Berdasarkan tempat berlangsungnya proses pembekuan tersebut, maka batuan beku dapat dikelompokkan menjadi batuan dalam, korok dan leleran.
1) Batuan dalam terbentuk di dalam bumi kurang lebih 3 – 4 km di bawah permukaan bumi, karena itu bantuan dalam disebut pula batuan plutonik atau batuan abisik. Struktur kristalnya holokristalin atau berhablur penuh, karena terbentuknya dengan pendinginan secara perlahan-lahan, maka ukuran kristalnya pada umumnya besar-besar.
2) Batuan korok terbentuk dalam celah-celah atau retak-retak kulit bumi, yaitu pada jalan magma menuju permukaan bumi. Batuan ini disebut pula batuan hypoabisik dan mempunyai dua macam kristal yaitu dengan struktur holkristalin dan porfir atau amorf. Bagian yang berstruktur holokristalin terdapat dekat dapur magma, sedangkan yang berstruktur porfir banyak ditemukan pada tempat-tempat yang lebih dekat permukaan bumi.
3) Batuan leleran terbentuk melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma sampai ke permukaan bumi dan berubah menjadi lava yang langsung menjadi padat karena pendinginan dari lingkungan. Pendinginan yang tiba-tiba ini pula menyebabkan batuan yang terjadi mempunyai kristal yang kecil-kecil bahkan tidak mempunyai bentuk kristal atau amorf.
Kedudukan batuan dalam, batuan korok dan batuan lelehan (leleran) digambarkan dalam bagan berikut :
- Batuan dalam bersifat asam adalah granit, warna putih, kelabu, merah muda dan kekuning-kuningan. Biasanya terdiri atas kwarsa (27%), feldspar kalium (40%), feldspar pladioklas (15%) dan sisanya biotit dan amfibol. Batuan dalam bersifat basa, ialah gabbro, berwarna gelap atau hitam benar. Batuan ini sebagian besar terbentuk dari piroksen (60%), feldspar plagioklas (20-40%) dan olivin (0-20%). Batuan dalam yang bersifat netral (yaitu antara asam dan basa) ialah diorit dengan warna lebih tua dari granit, mengandung fledspar plagioklas (60%) dan sisanya amfibol dan piroksen.
- Batuan leleran yang bersifat asam yaitu rhyolit yang mempunyai komposisi sama dengan granit. Batuan leleran yang bersifat basa adalah basalt dengan komposisi sama dengan gabbro, sedangkan batuan leleran yang bersifat netral ialah andesit yang mempunyai komposisi sama dengan diorit.
Beberapa Batuan Beku dan Cara Terbentuknya
Jenis Batuan Beku
Ciri Utama
Cara Terbentuknya
Batu Apung
Warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air
Dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas
Obsidian
Hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal
Terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat
Granit
Terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga
Dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah permukaan bumi
Basal
Terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan dan berlubang-lubang
Dari pendinginan lava yang mengandung gelembung gas, tetapi gasnya telah menguap
b. Batuan endapan atau batuan sedimen
Batuan endapan dibentuk oleh hasil perombakan batuan lain. Misalnya batuan beku dapat mengalami perombakan kimiawi; yang mengubahnya menjadi bentuk-bentuk lain yang lebih kecil ukurannya, diantaranya seperti tertera pada tabel berikut :
Macam-macam butiran batu dan ukuran garis tengahnya
Nama butiran batu
Garis tengah (mm)
Bongkah
Berangkal
Kerakal
Kerikil
Pasir
Lanau
Lempung
256 – 2000
64 - 256
4 – 64
2 – 4
0,053 – 4
0,002 – 0,053
Kurang dari 0,002
Berdasarkan cara pembentukannya, batuan endapan dapat digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu :
1) Sedimen mekanik, terbentuk dari fraksi batuan yang berukuran kecil-kecil yang mengendap. Batuan yang mengendap ini merupakan bahan-bahan yang tak larut dalam air dan proses pengendapannya dapat dilakukan oleh angin atau air. Endapan ini disebut juga sedimen klastika
Contoh batuan ini diantaranya batu pasir, tanah liat, konglomerat, breksi.
Beberapa Batuan Sedimen dan Cara Terbentuknya.
Jenis Sedimen
(Endapan)
Ciri Utama
Cara Terbentuknya
Konglomerat
Material kerikil-kerikil bulat, batu-batu dan pasir yang merekat satu sama lainnya
Dari bahan-bahan yang lepas-lepas yang karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan terikat
Batu pasir
Jelas terlihat tersusun dari butir-butir pasir, warna abu-abu, kuning, merah
Dari bahan-bahan yang lepas-lepas yang karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan terikat
Batu serpih
Lunak, baunya seperti tanah liat, butir-butir batuan halus, warna hijau, hitam, kuning, merah, abu-abu
Dari bahan-bahan yang lepas-lepas dan halus yang karena gayaberatnya menjadi terpadatkan dan terikat
Batu gamping (kapur)
Agak lunak, warna putih ke abu-abuan, membentuk gas karbon dioksida kalau ditetesi asam
Dari cangkang binatang lunak seperti siput, kerang dan binatang laut yang telah mati. Rangkanya yang terbuat dari kapur tidak musnah, tetapi memadat membentuk batu kapur
Breksi
Gabungan pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi
Terbentuk karena bahan-bahan ini terlempar tinggi ke udara dan mengendap di suatu tempat
2) Sedimen kimia, dibentuk karena proses penguapann dan kejenuhan dari suatu larutan, sehingga zat terlarut mengendap secara langsung. Berdasarkan perbedaan kelarutannya, maka pertama kali akan mengendap gipsum, kemudian anhidrit yang keduanya adalah CaSO4. selanjutnya NaCl akan mengendap dan pengendapan yang terakhir dialami oleh garam-garam magnesium dan kalium.
3) Sedimen organik, dibentuk oleh proses biokimia dan biomekanik. Endapan biokimia misalnya terjadi pada sumber air yang mengandung lumut, maka lumut tersebut akan menggunakan CO2 yang terlarut dalam air tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya pengendapan CaCO3 melalui reaksi.
Endapan biomekanik terjadi dari hewan dan tumbuhan yang mempunyai rangka kapur dan hidup di lautan yang kemudian mati dan membentuk tumpukan endapan.
Kemungkinan lain terjadi dari sisa-sisa tumbuhan kayu yang mati yang tertimbun lempung dan batu pasir selama berpuluh juta tahun, sehingga terurai menjadi gas-gas N2, H2, O2 dan sisanya berupa karbon murni, maka terbentuklah batubara.
c. Batuan Metamorf atau batuan malihan
Batuan melihan atau bantuan metamorf ialah batuan yang berasal dari batuan sediment dan batuan beku yang mengalamiperubahan karena panas dan tekanan.
Batuan di kerak bumi sering mendapat tekanan yang berat dan suhu yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Tekanan yang berat disebabkan karena tindihan. Suhu yang tingg disebabkan oleh persentuhan dengan magma. Beberapa batuan endapan yang berubah menjadi batuan melihan ialah batu pualam atau marmer dari batu gamping, dan batu sabak atau batu tulis dari batu serpih.
Beberapa Batuan Metamorf dan Cara Terbentuknya
Batuan Metamorf
(Malihan)
Ciri Utama
Cara Terbentuknya
Batu pualam
Campuran warna yang berbeda-beda, dapat mempunyai pita-pita warna, kristal-kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi mendesis
Terbentuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi
Batu sabak
Abu-abu kehijau-hijauan dan hitam, dapat dibelah-belah menjadi lempeng-lempeng tipis
Terbentuk bila batu serpih kena suhu dan tekanan tinggi
Apakah kegunaan batu semacam itu? Batu pualam atau marmer adalah batu yang keras dan mengkilap bila dipoles. Batu pualam merupakan bahan yang baik untuk membuat patung dan lantai/ubin. Batu sabak digunakan sebagai batu tulis dan sebagai bahan bangunan. Batu sabak merupakan bahan penting untuk membuat atap rumah (semacam genting).
C. Daur Siklus Batuan
Terbentuknya macam-macam batuan ternyata berhubungan satu dengan yang lain sehingga dapat disimpulkan sebagai siklus pembentukan batuan atau daur batuan. Daur ini meliputi lingkungan permukaan bumi dengan tekanan dan suhu rendah, sedangkan pada bagian dalam bumi dengan tekanan dan suhu tinggi. Dengan demikian pada daerah permukaan bumi terjadi pengubahan batuan, pemindahan dan pengendapan; pada bagian dalam bumi terjadi batuan beku dan batuan metamorfik. Daur batuan dapat digambarkan pada bagan berikut :
Pelapukan Batuan Membentuk Tanah
Permukaan bumi senantiasa berubah sepanjang masa. Penyebabperubahan keadaan permukaan bumi terutama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar